SKALIRA TEFA adalah wadah simulasi bisnis di sekolah sebagai wahana pembelajaran kewirausahaan (Teaching Factory) yang terintegrasi dan terstandarisasi industri, menerapkan manajemen terbuka, berdedikasi terhadap peningkatan keterampilan peserta didik serta berorientasi global mendukung tercapainya visi dan misi pendidikan vokasi di Indonesia.

Teaching Factory di SMK Negeri 5 Negara ini juga disebut dengan istilah Pendidikan Enterpreneurship (PESHIP) yang mencetak kader-kader wirausahawan-wiruasahawati agar selepas menempuh pendidikan kejuruan nantinya mampu dan siap membuka usaha, serta menciptakan peluang dan kesempatan bekerja di lingkungannya masing-masing.Metode Pembelajaran melalui praktek dan pengalaman secara langsung (learning by doing dan experimental learning) yang dibimbing oleh tenaga-tenaga profesional dibidangnya serta mendapatkan support serta dukungan khususnya bapak ibu dewan guru di sekolah.

BIDANG UNIT USAHA:

1.    BIDANG USAHA HOSPITALITY

       Melihat menjamurnya jenis usaha rumah tangga laundry yang banyak dipilih sebagai pilihan peluang usaha yang memiliki prospek yang sangat bagus, sehingga mendorong kami untuk mendirikan Teaching Factory dengan jenis usaha pembersihan dan binatu yaitu Teaching Factory jasa Laundry Express Cleaning dan Housekeeper in Call karena dirasa bagus   untuk   dijadikan   Teaching    Factory    yang    menguntungkan    sehingga menambah pendapatan dan pengalaman belajar siswa yang banyak..

       Perkembangan jaman semakin maju dan teknologi yang canggih serta banyaknya kesibukan diluar rumah, maka mendorong jenis usaha yang menghasilkan pelayanan yang bersifat praktis, efesien, hemat waktu dan biaya, Maka, peluang usaha Teaching Factory jasa Laundry Express Cleaning dan Housekeeper in Call ini menjadi solusi bagi mereka yang memiliki kesibukan beraktivitas diluar rumah tetapi tidak ingin terbebani dengan pekerjaan rumah seperti mencuci, menjemur, menyetrika, membersihkan area rumah yang mudah dengan biaya murah.

       Banyaknya Teaching Factory laundry yang ada dan diminati masyarakat, serta mendapatkan keuntungan yang bagus jadi kami berniat melakukan Teaching Factory dengan modal investasi sehingga menambah pendapatan keluarga. Seiring dengan peningkatan kebutuhan tersebut maka unit usaha Hospitality hadir untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Bidang hospitality dikembangkan menjadi beberapa unit usaha, yaitu :

1. Bhisma Laundry

2. Bhisma Cleaning And General Service

3. Drupadi Flower

4. Nakasade Home & Living

1.1    Tujuan Unit Usaha Hospitality :

Tujuan dari didirikankanya Unit Usaha Bhisma Hospitality jasa laundry ini adalah:

  1. Memberikan pelayanan kepada siswa dan masyarakat sekitar dalam pemanfaatan usaha laundry/binatu
  2. Melatih siswa untuk mempunyai keterampilan laundry
  3. Melatih siswa untuk praktek keterampilan laundry dengan baik agar bisa diaplikasikan di tempat mereka training atau kerja kelak
  4. Melatih jiwa berwirausaha Teaching Factory dikalangan siswa.

1.2    Peluang Unit Usaha Hospitality

Jasa Hospitality yang akan kami dirikan adalah di bidang jasa yang menawarkan jasa mencuci pakaian, membersihkan ruangan, dan dekorasi. Alasan kami dalam memilih Teaching Factory dengan unit usaha diatas dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut;

  1. Perubahan gaya hidup dan tuntutan kesibukan, banyak siswa, karyawan, dan ibu rumah tangga, yang tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka, dan menyerahkannya pada Teaching Factory laundry kiloan. 
  2. Semakin banyaknya area perkantoran dan instansi akan keperluan jasa kebersihan ruangan yang praktis dan cepat
  3. Semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya higinitas
  4. Semakin banyak Event Organizer yang membutuhkan desain dan dekorasi untuk mendukung berjalannya suatu acara
  1. Pemasaran :

Segmen pasar yang dibidik untuk sementara waktu dua tahun kedepan adalah siswa, masyarakat dan perkantoran atau instansi di sekitar daerah pekutatan dan atau lingkungan SMK Negeri 5 Negara. Diperkirakan dengan jumlah siswa ± 600 orang di tambah jumah warga sekitar dengan tingkat konsumtif yang sangat tinggi, diperkirakan 20% atau 120 jiwa akan menggunakan jasa laundry ini. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan cara memasang pengumuman melalui brosur dan papan nama, serta dengan menawarkan paket-paket menarik yang berbeda dari unit usaha yang lain.

2.      BIDANG USAHA CULINARY

Unit produksi merupakan suatu saran pembelajaran berwirausaha bagi siswa dan guru serta memberikan dukungan biaya oprasional sekolah . Sarana pembelajaran yang dimaksud adalah  tempat pembelajaran bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan  dan pembentukan sikap kerja, karena dalam kegiatan unit produksi terdapat proses belajar secara langsung dalam menghadapi permasalahan kerja sesungguhnya. (direktorat Pembinaan SMK( 20017:1)

Demikian halnya makna sebagai sarana berwirausaha, karena guru dan siswa berlatih menjaga keberlangsungan kegiatan Unit  Produksi  melalui pengembangan pemasaran dan menjaga kepercayaan konsumen . Adapun makna sebagai penghasil dana adalah kegiatan unit produksi  menghasilkan produk bernilai ekonomi, sehingga pengelola  dan pelaksana mendapat imbalan jasa. Selain itu keuntungan dari hasil  penjualan barang dapat digunakan sebagai biaya oprasional sekolah.

SMK Negeri 5 Negara merupakan SMK Bidang Keahlian Pariwisata dengan memiliki  2  kompetensi keahlian yaitu Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan .dimana dimasing masing  kompetensi keahlian memiliki karakteristik tersendiri yang bisa dimaksimalkan pengelolaannnya untuk bisa mengembangkan Unit Produksi yang nantinya akan memberikan kontribusi kepada sekolah .  Untuk Kompetensi keahlian Tata boga yang mempelajari teknik penyajian makanan dengan memperhatikan kualitas, rasa, estetika , dan kebutuhan gizi  mengembangkan unit usaha Catring, yang diuraikan  detail dalam program.

1.1    Tujuan Unit Usaha Culinary

  1. Mendukung pelaksanaan dan pencapaian  tujuan pendidikan kejuruan seutuhnya yaitu memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk mengerjakan pekerjaan praktek yang berorientasi pangsa pasar.
  2. Meningkatkan kreatifitas guru dan siswa menumbuhkan sikap profesional produktif  siswa dan guru
  3. Melatih kemandirian siswa secara professional sehingga tidak tergantung kepada orang lain
  4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengelola usaha seacara professional dan belajar administrasi usaha.

1.2    Manfaat

  1. Manfaat Ekonomis
  2. Meningkatkan pendapatan sekolah
  3. Menambah penghasilan bagi warga sekolah
  4. Menciptakan lapangan kerja bagi warga sekolah
  5. Mamfaat Edukatif
  6. Dapat meningkatkan pengetahuan siswa guru dan karyawan
  7. Dapat meningkatkan ketrampilan siswa guru dan karyawan
  8. Dapat meningkatkan kemampuan berorganisasi warga sekolah dalam bidang usaha

1.3    Pemasaran

Untuk Aspek pemasaran merupakan hal penting yang dijadikan kunci keberhasilan usaha , dengan melihat peluang pasar melalui analisis permintaan dan penawaran  yang ada di SMK 5 Negara  Unit Usaha catering di Tata boga  akan memetakan pasar  sebagai berikut :

  1. Pasar  Internal ( di lingkukangan Sekolah  SMK Negeri 5 Negara )

Setiap kegiatan di sekolah yang  memerlukan layanan makan dan minum akan dilayani  oleh unit Usaha “ Catering”

  • Pasar Eksternal (Lingkungan di Luar SMK Negeri 5 Negara)

Pesanan Isidental yang dilakukan oleh masyarakat di luar  sekolah melalui kegiatan promosi  tentang Unit Usaha “Catering “ di Kopetensi  Keahlian Tata Boga

1.4    Aspek Produksi

Dalam aspek produksi  merencanakan kegiatan produksi  sehingga proses produksi  dapat berjalan lancar   , dalam unit usaha boga dalam aspek produksi akan meliputi 4 kegiatan yaitu :

  1. Perencanaan produksi
  2. Proses produksi
  3. Penyimpanan hasil produksi
  4. Penjualan  hasil produksi

1.5    Aspek Permodalan

Modal dalam usaha sangat membantu untuk kelancaran proses produksi, dalam unit Usaha Catering dan Cafetaria di Tata boga permodalan usaha didapat dari   bantuan Sekolah sejumlah  Rp 2.000.000,00

  1. Administrasi Usaha

Administrasi usaha menjadi satu bagian penting untuk melaksanakan usaha dan keberlangsungan usaha,sebagai perekaman setiap kegiatan yang dilakukan dalam oprasional usaha . Dalam melakukan Unit Usaha “Catring“  administrasi usaha yang disiapkan adalah sebagai berikut :

  1. Buku Harian ( Kas ) sebagai bukti dan gambaran pengeluaran dan pemasukan Kas setiap harinya.
  2. Laporan Laba Rugi, sebagai gambaran /laporan kinerja  usaha Unit usaha Catring untuk mendapatkan laba usaha
  3. Laporan Perubahan Modal, untuk memberikan laporan tentang gambaran perubahan modal dalam unit Usaha ‘Catering” dan

1.7    Jenis  Hidangan dan Menu yang disiapkan  :

  1. Aneka  macam jajanan tradiosional 
  2. Produk pastry dan Bakerry
  3. Aneka  menu Nasi  campur
  4. Aneka makanan sepinggan  spt soto ayam , lontong sate , lontong lawar, Mie Ayam dll
  5. Aneka minuman panas dan dingin
  6. Menu Oriental dan Continental (sesuai pesanan)
Facebooktwitterpinterestmail